Rabu, 01 November 2017

CAHAYA DAN FOTOGRAFI


Karekteristik Cahaya

Selamat datang para pengunjung setia blogsite SUKSESJARINGAN.BLOGSPOT.COM , akhirnya terdapat kembali sebuah kesempatan dimana saya bisa membagikan sesuatu yang baru untuk Anda. Lelah dengan rutinitas serta proses kehidupan membuat saya semakin jarang untuk berbagi sesuatu kepada Anda. Namun, saat ini Anda boleh tersenyum dan bersyukur karena Tuhan mengijinkan kita bertemu dan kembali bersosialisasi membicarakan hal-hal positif. Sebelum saya menjelaskan rahasia menarik, ijinkan saya untuk menceritakan beberapa hal luar biasa yang saya alami tentang materi ini.

Oke langsung saja….
Dalam perjalanan kehidupan saya selama beberapa bulan belakangan ini, saya sedang berusaha memahami hal-hal paling mendasar dari karya seni yang baik dalam bidang fotografi. Saya berusaha mencari kunci jawaban atas semua karya yang sedang menjadi hobi saya saat ini. Bersyukur karena fotografi memperkenalkan saya dengan sahabat bahkan hingga keluarga baru yang sangat menerima kehadiran saya. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kali banyak orang menyukai kepribadian kita, akan banyak juga orang yang tidak menyukai kehadiran kita, mungkin itulah yang disebut dengan seleksi dan hokum alam. Tragis memang, namun dari sanalah saya mengenal kehidupan.
Selain diperkenalkan dengan orang – orang yang begitu bersahabat dengan saya, fotografi juga mendekatkan saya dengan alam dan yang terlebih penting adalah momen perkenalan saya dengan pribadi baru yang bernama CAHAYA. Tutup browser Anda dan jangan LANJUTKAN membaca jika Anda tidak ingin mengenal objek AJAIB yang satu ini.
CAHAYA membuat saya dapat lebih peka dalam merasa, melihat bahkan membayangkan sesuatu yang belum pernah saya lihat. Cahaya membuat saya dapat melihat dalam kegelapan, cahaya membuat saya terlihat menarik, cahaya membuat saya disenangi banyak orang. Sebelum bermain dengan cahaya, tentunya saya harus sangat mengenal keberadaan cahaya dalam kehidupan saya saat ini..

Apa itu CAHAYA??

CAHAYA merupakan suatu bentuk radiasi elektromagnet yang dapat dibiaskan, direfleksikan dan diatur penyebarannya sehingga dapat ditangkap oleh sebuah media (mata, kaca, lensa, cermin dan lainnya). Cahaya memiliki karakteristik yang menarik. Jika kita mampu mengendalikan keberadaannya dalam sebuah lokasi dimana kita berada, cahaya dapat menjadi sahabat yang begitu ramah dan memampukan kita melihat secara lebih indah dari apa yang pernah kita bayangkan. Dan sebaliknya, cahaya akan menjadi musuh yang paling mengerikan ketika kita gagal dalam mengendalikan keberadaanya. Cahaya membuat kita mampu melihat sesuatu yang buruk menjadi indah dan mampu juga membuat kita melihat sesuatu yang indah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Karena itulah, seorang fotografer dituntut untuk cerdas dalam membaca keberadaan cahaya serta peka dalam merasakan penyebarannya.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat kita ingin mengendalikan keberadaan cahaya, yaitu KUALITAS CAHAYA , INTENSITAS CAHAYA dan ARAH CAHAYA.

Cahaya Alami

Dilihat dari sumber cahaya, kita dapat membedakan kualitas cahaya alami maupun tidak alami. Cahaya alami berasal dari matahari, sedangkan cahaya tidak alami berasal dari lampu.
Biasanya akan sulit bagi kita untuk dapat mengendalikan secara penuh kehadiran cahaya alami yang berasal dari Matahari. Akan tetapi kekhawatiran itu saat ini telah terjawab dan akan saya bongkar rahasianya disini.

Bumi mengelilingi matahari secara konsisten setiap harinya, hal ini yang menyebabkan terjadinya ‘pagi’ dan ‘malam’. Dengan sadar akan hal ini seharusnya kita mampu merasakan keberadaan serta pergeseran rotasi bumi terhadap matahari ini untuk mendapat cahaya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan pencahayaan yang kita inginkan.
Cahaya matahari jatuh langsung menimpa objek. Terjadi antara pukul 10 pagi sampai dengan pukul 2 siang. Terlihat jelas kontras yang mencolok antara bagian yang terkena sinar matahari dan bagian yang tidak terkena sinar matahari. Maka dari itu, untuk cahaya langsung ini tidak baik untuk pemotretan manusia yang mengutamakan detail dan kelembutan. Bila terpaksa harus dilakuan, gunakan reflektor (pemantul cahaya), dengan cara mengarahkan cahaya ke bagian yang gelap untuk mengurangi kontras yang mencolok. Waktu yang tepat untuk melakukan pemotretan dengan menggunakan bantuan sinar matahari adalah pada saat matahari baru saja terbit (sunrise), sampai dengan jam 9 pagi. Kita juga akan mendapatkan cahaya dengan kualitas baik pada saat jam 3 sore hingga matahari baru saja ingin terbenam (sunset).





Cahaya Tidak Alami (cahaya buatan)Cahaya tidak alami adalah sumber cahaya utama yang berasal dari lampu, baik secara langsung ke objek ataupun melalui pantulan. Teknik penyinaran ini biasanya digunakan pada saat pemotretan di dalam ruangan (indoor/studio).  

Beberapa istilah cahaya yang sering digunakan pada saat pemotretan menggunakan cahaya tidak alami (cahaya buatan), yaitu:

Cahaya Kunci (Key Light)
:: Cahaya utama yang mengarah ke subjek dan cahaya yang diukur intensitasnya sebagai patokan intensitas sumber cahaya lainnya biasa disebut sebagai CAHAYA KUNCI (Key Light) atau CAHAYA UTAMA (Main Light).
Cahaya Pengisi (Fill Light)
:: Semua cahaya yang digunakan untuk menerangi daerah yang berbayang dinamakan cahaya pengisi (Fill Light). Cahaya pengisi tidak menghilangkan bayangan dari objek melainkan hanya memberi cahaya untuk dapat mengendalikan keberadaan bayangan yang jatuh. Jatuhnya bayangan bukan hal yang harus ditakutkan! 

Cahaya Penendang (Kicker Lights)

:: Cahaya yang menerangi sekitar subjek sehingga membuat subjek terlihat terpisah dari latar. Secara umum disebut Kicker Lights karena memang keberadaan sumber cahaya ini berfungsi untuk seolah-olah ‘menendang’ subjek dari latar di belakangnya. Hal ini mencegah adanya bagian foto dengan warna sama (ketika subjek dan latar sulit dibedakan). Cahaya seperti ini juga biasanya disebut sebagai cahaya rambut (Hair Light) atau cahaya samping (Side Light), kembali lagi kepada Anda bagaimana harus menyebutkannya hahahaa~

 Cahaya Latar (Background Lights)

::Cahaya yang diarahkan ke latar dan tidak jatuh pada subjek disebut cahaya latar.

Untuk menghasilkan foto studio yang menarik, membutuhkan pengalaman dan keahlian dalam mengatur serta mengendalikan keberadaan cahaya. Pengaturan cahaya berawal dari cahaya lampu utama, sedangkan cahaya-cahaya kecil lainnya hanya mengisi bagian-bagian yang dimungkinkan jadi tempat bersarangnya bayangan (shadow). Besarnya bukaan diafragma yang dibutuhkan, berdasarkan besarnya intensitas cahaya lampu utama. Jarak dan sudut antara kamera dan sumber cahaya juga mempengaruhi efek cahaya yang ingin dihasilkan oleh fotografer pada gambar.

Pengaturan lampu yang baik adalah menempatkan cahaya lampu utama pada satu sisi di atas posisi kamera kemudian letakkan cahaya pengisi tambahan di sisi yang memerlukan dengan jarak satu setengah dari jarak  cahaya lampu utama dan sudut yang baik antara kamera dengan posisi lampu utama.

Untuk dapat lebih memahami cahaya memang akan lebih baik jika kita melakukan berbagai percobaan sehingga kita menjadi benar – benar mampu akan pengendalian terhadap cahaya. Anda dapat menghubungi saya melalui contact yang saya berikan dalam blog ini untuk mendiskusikan hal – hal berbau fotogafi serta saling berbagi pengetahuan seputar dunia fotografi. Sekian dulu pembahasan yang saya bagikan dalam kesempatan ini, tetap semangat dan tetap berkarya.



Salam SUKSES Fotografi,
Christian Yohanes










Tidak ada komentar:

UNIKNYA GRUP BERNYANYI SMULE

Salam semangat dan salam bahagia bagi seluruh sahabatku dimanapun kalian berada. Terima kasih untuk kesetiaannya mengikuti seluruh artikel ...