Dokumentasi Berharga dalam Buku Tahunan
Masa-masa sekolah adalah masa paling indah dalam perjalanan kehidupan kita. Banyak kisah indah dan menarik yang mungkin pernah kita lalui. Pengalaman berharga yang membentuk kepribadian kita serta mempersiapkan kita untuk lebih bijak menghadapi masa depan. Kehidupan yang diwarnai oleh sikap polos melengkapi kehidupan yang begitu indah setiap harinya. Romansa dan percintaan juga seringkali menjadi bingkai menarik dalam kehidupan saya dan Anda di sekolah. Dalam segala keterbatasan ilmu pengetahuan dan proses pencarian jati diri, kehidupan seorang siswa menjadi kisah menarik yang memiliki keunikan tersendiri dalam kenangan masa lalu.
Saya masih ingat dengan banyaknya persoalan yang saya lakukan di SMP. Mulai dari kenakalan remaja hingga terlibat perkelahian dengan anak-anak seumuran saya. Pergi sekolah, bolos jam pelajaran, dikejar-kejar guru piket, sampai dikepung siswa dari sekolah lain menjadi nostalgia tak terlupakan dalam benak saya.
Bersembunyi di parkiran sekolah, karena takut terhadap sanksi yang akan diberikan kepada siswa yang membawa kendaraan ke sekolah juga pernah menjadi bagian cerita dalam kisah klasik saya sebagai seorang siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Karawang yang kini berganti nama menjadi SMPN 1 Karawang Barat. Aksi melempar tas di gerbang sekolah karena terlambat masuk atau ingin segera pulang hingga melempar petasan ke dalam kelas memberi kesan lucu dan menggelitik dalam memori saya hari ini. Ya, memang semua perilaku tersebut bukanlah sesuatu yang layak untuk dijadikan contoh, namun dari pengalaman tersebutlah saya mengenal semua akibat dan konsekuensi dari tindakan negatif yang pernah saya lakukan.
Untungnya saya memiliki guru-guru yang senantiasa bersabar menghadapi semua kenakalan saya saat di SMP dulu. Guru-guru yang tidak pernah lupa menanyakan cita-cita serta membantu saya untuk menemukan jalan terbaik menuju kehidupan sukses di masa depan. Ada seorang guru yang begitu sabar menyaksikan segala kenakalan yang saya lakukan. Ia tetap membimbing saya dengan sikap tegas berselimut kelembutan di dalamnya. Ia senantiasa memberikan pandangan dengan harapan yang besar terhadap kesuksesan saya. “Kamu pasti SUKSES Chris! Semua yang kamu lakukan hari ini bukanlah sebuah kesalahan yang fatal, namun kamu harus sadar bahwa itu bukanlah tindakan seorang yang akan sukses. Kamu hanya akan sukses ketika mampu melawan dirimu sendiri dan mengubah karakter menjadi lebih positif hingga layak disebut sebagai orang SUKSES.” Ujar seorang guru yang biasa saya panggil dengan sebutan ‘Bu Wiwid’.Penggalan kalimat ini yang selanjutnya menjadi pedoman bagi kehidupan saya.
Setiap kata yang keluar dari mulutnya menjadi modal berharga yang memampukan saya untuk membangun kehidupan yang lebih berkualitas.
Semula saya tidak menyukai mata pelajaran matematika. Kemampuan saya sangat terbatas dalam hal hitung-menghitung. Di sinilah keberadaan Bu Wiwid benar-benar menjadi sosok pahlawan bagi saya. Dengan penuh kesabaran ia menjadi penuntun jalan saya untuk lebih memahami mata pelajaran matematika. Ia sama sekali tidak menganggap saya bodoh karena keterbatasan saya ini. Justru ia memberikan tuntunan dengan penuh kesabaran dan sekali lagi meyakinkan bahwa “Kamu pasti SUKSES”. Dorongan psikologis inilah yang sanggup mengubah mindset buruk saya menjadi pola pikir positif yang baru. Saya menjadi sangat yakin bahwa suatu saat nanti saya mampu membuktikan kata-kata beliau, yaitu “Pria yang SUKSES”.
Saya bersyukur atas kehadiran mereka yang telah sukarela menjadi pahlawan bagi kehidupan remaja saya saat itu. Banyak bakti yang mereka tunjukan demi mewujudkan kesuksesan dari para siswa yang berada dalam jangkauan didikan mereka. Anda juga pasti punya cerita menarik seperti ini. Mari berbagi cerita di kotak komentar yang telah saya sediakan di bawah artikel ini J
Selepas dari SMP saya melanjutkan pendidikan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Atas. Berkat motivasi yang diberikan oleh Bu Wiwiddan para guru lainnya di SMPN 1 Karawang, akhirnya impian saya untuk masuk ke SMA favorit di Karawang menjadi sebuah kenyataan. Saya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Karawang. Sekolah yang sangat berkualitas dan telah berhasil mencetak ratusan bahkan ribuan orang sukses yang mampu bersaing dalam berbagai bidang.
SMA Negeri 1 Karawang menjadi salah satu sekolah impian bagi siswa-siswi SMP yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tingkat kesulitan untuk dapat diterima dalam sekolah ini menjadi esensi yang cukup kental dalam sistem pendidikan di Karawang. Namun di sinilah sisi positif yang menjadikan SMA Negeri 1 Karawang menjadi sekolah yang begitu istimewa dan menjadi idaman banyak orang.
Beranjak dari SMP menuju SMA ternyata tidak menghilangkan keseluruhan sikap nakal saya. Saya masih saja seorang siswa yang jauh dari kesempurnaan, dekat dengan keisengan, dan seringkali membuat ulah di sekolah. Tapi mungkin tidak seburuk dengan apa yang saya lakukan di masa SMP dulu. Mungkin para sahabat yang mengenal saya akan membenarkan apa yang saya katakan dan dengan mengingat apa yang pernah saya lakukan akan kembali merasa gereget atas segala keisengan saya. Maafkan saya teman-teman :D
Sekali lagi saya memberikan dua jempol bagi peranan guru yang senantiasa bersabar mendidik para siswa. Seolah terbawa kembali dalam ingatan bersama Bu Wiwid. Di SMA Negeri 1 Karawang pun saya berhubungan dengan guru-guru yang begitu luar biasa. Cara-cara mereka dalam membangun kepribadian para siswa memang begitu mengesankan. Setiap hari kesabaran mereka diuji, setiap hari pula mereka mampu memenangkan ujian tesebut. Seperti halnya dalam masa SMP, di SMA saya juga tentunya memiliki sosok guru yang sangat dekat dengan saya. Guru yang selalu memberi sugesti positif bagi kehidupan saya dan juga memiliki ketertarikan khusus terhadap hobi saya di bidang seni.
Mungkin saya memang bukan seorang siswa yang terlalu pintar untuk melakukan banyak hal. Akan tetapi, seiring perjalanan proses yang saya lalui di masa-masa sekolah membuat saya mampu untuk bersinar di banyak bidang. “Kamu sangat berbakat Chris. Ibu bangga bisa memiliki siswa seperti kamu. Asah semua kemampuan kamu dan doa Ibu akan senantiasa ada untuk kamu”.
Rangkaian kata yang baru saja Anda lihat merupakan salah satu motivasi super yang diberikan oleh Bu Heni. Seorang guru yang senantiasa percaya atas bakat yang saya miliki dan selalu meyakinkan saya atas kemampuan tersebut. Kalimat yang terucapkan dari reaksi spontan Bu Heni seringkali meningkatkan rasa percaya diri saya dan membuat saya kembali yakin bahwa “Saya Pasti SUKSES”. Sedikit bercerita tentang peranannya di SMA Negeri 1 Karawang, ia adalah seorang guru yang mengajar bidang seni dan mata pelajaran sejarah di sekolah tersebut. Bu Heni selalu memposisikan diri sebagai seorang sahabat dalam menghadapi para siswa. Ia mengajar dengan menyadari betapa pentingnya sebuah pengabdian.
Hari demi hari saya semakin dekat dengan Bu Heni. Berbagai cerita dan keluh kesah, saya coba bagikan kepadanya. Dan selalu setelah saya berkonsultasi dengannya, pola pikir saya menjadi lebih positif dan kembali bersemangat untuk melanjutkan proses sebagai seorang siswa. Tidak jarang ia mempercayakan saya untuk menjadi keyboardis dalam acara-acara institusi, hari pendidikan, hingga acara seni yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Karawang. Dengan kerendahan hati dan kurang percaya diri saya memang sering menolak tawarannya, namun kembali kata-kata itu saya dengar dan membuat saya yakin bahwa saya MAMPU melakukannya. Mungkin Anda akan berpendapat bahwa seorang guru memang sudah sangat wajar jika menerima suguhan topik yang berkaitan dengan edukasi, tapi saya jamin Anda akan memahami kenapa Bu Heni menjadi guru yang berkesan bagi saya ketika melanjutkan membaca artikel ini.
Tidak hanya topik edukasi yang mewarnai percakapan saya dengan Bu Heni. Saya juga sering meminta pendapatnya yang berkaitan dengan hubungan sosial hingga kasus percintaan. Banyak guru yang selanjutnya akan berkata “Kamu masih kecil, fokus sekolah dulu aja!” atau “Ngapain sih mikirin pacar? Nilai kamu aja masih jelek!”. Inilah yang terkadang tidak disadari oleh banyak guru di luar sana. Namun saya bersyukur karena guru-guru di SMA Negeri 1 Karawang tidak melakukan hal yang kebanyakan guru lakukan kepada siswanya.
Bu Heni dengan wajah tersenyum dan penuh kelembutan memahami siklus remaja yang sedang saya jejaki saat itu. Dengan sabar ia mendengarkan setiap keluh kesah yang saya sampaikan. Ia juga pernah membantu saya menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi antara saya dan gadis yang saya sayang di masa SMA dulu. Mungkin karena memang saya seorang keyboardis dan gadis tersebut adalah seorang junior saya yang juga jago bermain piano, makanya Bu Heni merasa sangat bertanggungjawab untuk ambil bagian dalam masalah kami. Hahahaha~ Terlepas dari apapun yang menjadi alasannya, saya senang terhadap kepedulian yang ia berikan kepada saya.
Di bawah ini beberapa momen bahagia yang sempat terekam lensa ;)

Dan kini setelah berapa tahun saya melewati semua itu :')
Masih banyak cerita yang terjadi dalam masa-masa sekolah. Cerita yang saya bagikan di atas hanya sebagian kecil memori yang terkenang dalam ingatan saya hari ini. Anda juga mungkin sering tiba-tiba merasa rindu akan masa-masa sekolah. Dan tidak jarang pula Anda kembali membuka foto-foto sederhana yang didokumentasikan saat itu. Seolah kita terbawa ke dalam ruang nostalgia dan mulai tersenyum mengenang banyaknya kejadian lucu, mengharukan hingga yang membuat kesal. Namun saya sedikit menyesal karena di masa SMP dan SMA saya tidak memiliki album dukomentasi yang bisa menceritakan kembali banyak hal tersebut. Saya tidak berkesempatan untuk memiliki sebuah Buku Tahunan (Year Book) yang dapat menyimpan semua cerita indah di masa sekolah dan mampu membawa suasana nostalgia bahkan 10-20 tahun telah berlalu. Dalam buku tahunan kita dapat menyusun secara rinci identitas sekolah, profil pribadi, data guru, data para penjaga sekolah, petugas kantin, petugas kebersihan, cerita-cerita lucu, cerita mengharukan dan masih banyak hal lainnya.
Belajar dari penyesalan saya akan hal ini, saya tidak ingin Anda juga merasa menyesal. Momen indah hanya terjadi sekali.Waktu tidak dapat diputar mundur dan masa lalu tidak akan pernah kembali. Karena itu hari ini saya menawarkan kesempatan kepada Anda untuk dapat menyusun cerita indah masa-masa SD, SMP, SMA dengan variasi editing menarik dan tema yang kuat. Bergabunglah bersama MIRACLE PHOTOWORKS MANAGEMENT.
Adapun cerita-cerita indah yang tersusun di dalam buku tahunan akan dilengkapi dengan:
>> Welcome to My School (kilasan singkat tentang sekolah)
>> Photography Story Documenter (sekolah,pribadi,kelas & angkatan)
Optional Choice:
<-> Panning Photography
<-> Levitation Photography
<-> Bokeh (Blurring Style) Photography
<-> Wide Landscape Photography
<-> Surrealist Photography
>> Describe Short Story (cerita menarik, karya tulis, forum diskusi)
Disusun dengan design menarik dalam:
>> Sistem Cetak Full Color
>> Bahan Kertas Art Paper 150gsm
>> Ukuran Buku Tahunan : A4 (21 x 29,7 cm)
>> Hardcover (AP 230 gsm + Carton 30) Doft Lamintation
>> Sistem penjilidan Ring Spiral/Jahit/Binding(harga disamakan)
>> Wrapping/packaging plastik untuk tiap buku. Membuat kualitas buku tahunan Anda tahan lama
Rahasia SUKSES: “Masa lalu memberi pelajaran berharga untuk membentuk hari ini dan masa depan yang berkualitas.” – Christian Yohanes





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar